===============================================================================
Ratusan massa yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) dan Front Umat Islam (FUI) berunjuk rasa di depan kantor Departemen Agama, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/7). Lagi-lagi, mereka mendesak Menteri Agama segera membubarkan aliran Ahmadiyah.
FPI dan FUI menilai, lima tahun kasus Ahmadiyah berjalan, namun pemerintah belum memutuskan langkah konkret untuk menghentikan ajaran yang dianggap menistakan agama tersebut. Dalam tuntutannya, FUI dan FPI sudah memberikan `harga mati` untuk pembubaran Ahmadiyah.
Para pendemo pantas meradang, karena pemerintah terkesan pilih kasih dalam menuntaskan kasus Ahmadiyah. Sementara dalam kasus Buddha Bar, pemerintah bisa menuntaskan permasalahan tersebut dalam tempo dua pekan. Padahal, Ahmadiyah telah melanggar Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, dengan menerbitkan majalah pimpinan Ansharuulah Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) edisi 7 dan 8 Juli yang memuat penyiaran dan penyebaran ajaran Islam versi Ahmadiyah.
Melihat kondisi ini, FUI dan FPI menyatakan `perang` jika pemerintah tidak mengeluarkan Keputusan Presiden (Kepres) pembubaran Ahmadiyah. Sayangnya, Depag menanggapi dingin aspirasi pengunjuk rasa. Depag hanya menampung protes pengunjuk rasa dan akan menindaklanjutinya.
Hanya satu yang mendinginkan suasana panas pendemo, Depag berjanji akan meneruskan kasus Ahmadiyah dengan serius dan menuntaskannya dengan tegas.
Sebelum menggelar unjuk rasa, massa FUI dan FPI melakukan Sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Istiqlal. Tepat pukul 13.30, massa yang mengenakan seragam putih-putih dilengkapi sorban, bergerak menuju kantor Depag yang jaraknya hanya sekitar 100 meter. Di sana massa terus meneriakkan yel-yel "Bubarkan Ahmadiyah atau Perang".
Massa membubarkan diri pada Pukul 16.15, usai perwakilan mereka diterima oleh Kepala Biro Umum Depag, Abdul Gani Abu Bakar. Panglima Komando Laskar Islam, Munarman mengaku heran karena masalah Ahmadiyah berlarut-larut hingga lima tahun.
"Dari saya masih bergabung di YLBHI hingga dipenjara karena menuntut Ahmadiyah dibubarkan dan sampai bebas dari penjara, Ahmadiyah belum juga dibubarkan," ujar Munarman saat diterima oleh Kepala Biro Umum Depag, Abdul Gani Abu Bakar.
Munarman menilai, terhadap Ahmadiyah, Indonesia takut dengan asing. "Respon Depag terhadap kasus Buddha Bar cepat dengan meminta pada Pemprov DKI menutup Buddha Bar. Polisi juga memeriksa pengelola Buddha Bar. Tapi sekarang polisi lambat menangani Ahmadiyah, padahal gampang," sambung Munarman.
Melihat kelambanan ini, massa dua Ormas ini mengancam akan membubarkan Ahmadiyah apapun resikonya. Prinsipnya, jika Depag tidak segera bertindak maka mereka siap perang dengan Ahmadiyah.
Pendemo lainnya yang juga Sekjen FPI, Alkhotot, meminta pada pemerintah untuk segera mengeluarkan Kepres pembubaran Ahmadiyah. Ia yakin ,jika Ahmadiyah bubar, maka Indonesia akan aman dan damai karena selama ini dianggap sebagai sumber malapetaka.
Sejauh ini, Alkhotot menganggap bahwa Ahmadiyah masih aktif dan melanggar SKB tiga menteri. Indikasinya terlihat pada penerbitan sebuah majalah oleh pimpinan Ansharuulah Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) edisi 7 dan 8 Juli yang memuat penyiaran dan penyebaran ajaran Islam versi Ahmadiyah.
Dalam artikel berjudul "Pengumuman Hadrat Muslih Mau`ud", isinya mengumumkan bahwa Tuhan memberi saya kabar gembira di kediaman Syaikh Basyir Ahmad di 13 Temple Road, Lahore bahwa saya adalah putra yang dijanjikan dan disebutkan dalam Nubuwwatan mengenai Muslih Mau`ud yang melaluinya Islam akan tersebar hingga penjuru dunia.
Kedua, surat PB JAI tanggal 8 Oktober 2008 ditandatangani Amir Nasional JAI, H. Abdul Basith tentang "Baiat memasuki abad baru", yang isinya antara lain, anggota Ahmadiyah akan terus berjuang hingga akhir hayat untuk menyebarkan Islam dan Ahmadiyah, agar khilafiyah terus berlangsung dan terpelihara hingga hari akhir.
Ketiga surat JAI DPW NTB kepada pimpinan ormas keagamaan dan Ponpes: Ketua MUI NTB tanggal 14 Agustus 2008, yang ditandatangani Jauzi Djafar (ketua) dan Udin al Pancori (sekretaris) perihal SKB 3 menteri tentang Ahmadiyah yang isinya dapat disimpulkan tidak mengakui fatwa MUI bahwa Ahmadiyah sesat dan menyesatkan dan menunjukkan JAI tidak mau mengoreksi ajarannya, serta masih terkait dengan Jaringan Ahmadiyah Internasional.
Menanggapi protes pendemo, Kepala Biro Umum Depag, Abdul Gani Abu Bakar mengatakan, pihaknya akan segera menyampaikan aspirasi para demonstran pada Menteri Agama RI. Ia juga meyakinkan pada para pendemo bahwa dirinya memiliki akidah yang sama dengan para pendemo, sehingga tidak mungkin berkhianat dengan akidah, termasuk dalam persoalan Ahmadiyah. Menurutnya, upaya yang dilakukan pemerintah dalam menangani masalah Ahmadiyah sangat serius.
Namun memang penanganannya dilakukan secara bertahap, sehingga pada saatnya nanti dapat diambil tindakan tegas. "Secara persuasif kita melakukan langkah itu, membina mereka karena mereka juga adalah manusia yang telanjur memiliki faham yang berbeda. Kami ingin agar mereka juga tidak menggerogoti akidah Islam, itu kewajiban bersama," katanya.
Yang perlu dicatat adalah bahwa Departemen Agama RI dalam konteks memimpin umat dalam keberagaman faham dan agama, maka ada proses untuk menyelesaikan. "Kita buktikan bahwa Depag tidak akan menelantarkan umat Islam apalagi menzalimi. Jangankan umat Islam yang mayoritas di Indonesia, kaum minoritas pun akan dilindungi pemerintah," imbuh Abdul Gani.
Mendengar pernyataan Abdul Ghani, para pendemo langsung mengungkapkan kekecewaannya. Alasannya, jawaban yang keluar dari mulut Abdul Gani tidak sesuai keinginan pendemo karena cenderung mengambang dan tidak fokus. "Kami sangat kecewa dengan sikap Depag. Sakit bagi kami! Karena khawatir nanti cara menyampaikannya ke Menteri Agama salah," ujar seorang pendemo.
Jumat, 2009 Juli 03
FPI dan FUI Kembali Desak Bubarkan Ahmadiyah
BlackBerry “Sirami Rohani” Barack Obama Setiap Pagi
===============================================================================================
BlackBerry benar-benar menjadi perangkat andalan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Tak hanya untuk keperluan pekerjaan, ponsel pintar besutan Research in Motion itu juga digunakan Obama untuk mendapatkan "siraman rohani".
Ketika diwawancarai oleh sebuah media keagamaan, president kulit hitam pertama AS ini bahkan mengaku mengaksesnya setiap pagi sebelum ia memulai aktivitasnya.
Ternyata, dilansir Cellular News pada Jumat (3/7), Obama mendapat pasokan doa paginya itu dari Direktur Keagamaan Gedung Putih Joshua DuBois yang mengirimkannya setiap hari ke email Obama.
Ia berkata, siraman rohani itu semacam 'latihan yang mengagumkan' untuk memulai kegiatan semasa kampanye dulu.
Hubungan Obama dengan BlackBerry memang tak bisa dipisahkan. Bahkan dengan aturan protokoler ketat Gedung Putih sekalipun. Di awal kehadirannya memimpin AS, Obama sempat dikritik lantaran tetap mempertahankan penggunaan BlackBerry meski ditengarai dapat ditembus penjahat cyber untuk mencuri informasi dari perangkat tersebut.
Namun kala itu Obama keukeuh tak mau melepas BlackBerry dari genggamannya. Hingga akhirnya, Gedung Putih pun mengalah dan menyediakan orang nomor satu di negeri adidaya itu BlackBerry khusus yang dibekali keamanan canggih.
Facebook Kembali Bikin Ulah
===================================================================================
Ketakutan akan Jihad dan Islam, sepertinya sudah sampai ke ubun-ubun di para petinggi Facebook.
Setelah kemarin situs jejaring sosial terkenal Facebook mendelete beberapa account yang dimiliki grup Cyber Jihad Community yang digawangi oleh Muhammad Jibriel a.k.a Prince of Jihad yang gencar menyuarakan Islam dan Jihad di dunia maya. Sekarang setelah pemberitaan di Eramuslim dan Arrahmah yang memuat berita tentang watak aslinya Facebook yang anti Islam dan Jihad, dengan arogannya Facebook juga menghapus account Facebook dari grup Arrahmah.
Grup Arrahmah di Facebook memiliki member tidak kalah banyaknya dengan grup Cyber Jihad Community, ada ribuan member yang terdaftar dalam jaringan grup tersebut. Sama seperti grup Cyber Jihad Community, grup Arrahmah yang merupakan satu jaringan dari Arrahmah Media juga rajin dan lantang menyerukan Jihad.
Arrahmah beberapa waktu lalu sempat membuat heboh jagat perinternetan Indonesia dan dunia, sewaktu situs mereka memuat foto Imam Samudra (insya Allah Syahid) setelah di eksekusi mati oleh pemerintah Indonesia.
Sebenarnya tidaklah aneh kalau situs jejaring sosial bikinan Mark Zuckenberg yang merupakan alumni Harvard ini anti Islam apalagi dengan yang namanya Jihad, karena Mark sendiri adalah anggota dari Alpha Epsilon Pi,Perkumpulan persaudaraan mahasiswa Yahudi. Watak asli Yahudi, yah anti Islam.
Namun ada kabar baik bagi kaum Muslimin penggiat situs jejaring sosial, yang memanfaatkan situs tersebut untuk berdakwah dan menyebarkan nilai-nilai Islam di dunia maya. Jaringan Arrahmah Media dalam waktu dekat akan meluncurkan situs jejaring sosial Islam dengan nama Nahnumuslim.com (Kami adalah Muslim).
Dan dijamin di situs jejaring sosial Islami Nahnumuslim.com ini tidak akan ada penghapusan account, selagi member tidak menyerukan dan mensosialisasikan nilai-nilai kekufuran dan kesesatan. Maju terus penggiat dakwah di dunia maya. Allahu Akbar!!
Senin, 2009 Juni 29
1.500 Kiai Se-Jatim Gelar Dukungan ke JK-Wiranto?
========================================================================================
Sekitar 1.500 kiai se-Jawa Timur siap menggelar kebulatan tekad untuk mendukung pasangan capres/cawapres Jusuf Kalla dan Wiranto dalam Pemilu Presiden 2009.
"Kebulatan tekad para kiai akan disampaikan kepada JK-Wiranto langsung dalam pertemuan di Pesantren Tebuireng, Jombang, pada 1 Juli setelah pasangan itu ziarah ke beberapa pendiri NU di Jombang," kata juru bicara kiai se-Jatim, Anwar Iskandar atau biasa disebut Gus War, di Surabaya, Ahad (28/6).
Kiai pendukung JK-Win, antara lain Muchid Muzadi (Jember), Sofyan Miftah (Situbondo), Cholil As`ad (Situbondo), Fawaid As`ad (Situbondo), Mas Ahmad Subadar (Pasuruan), K.H. Chotib Umar (Jember), Syafaat (Banyuwangi), dan Mutawakkil Alallah (Probolinggo).
Selain itu, Miftachul Akhyar (Surabaya), Abdullah Faqih (Langitan, Tuban), Zainudin Djazuli (Ploso, Kediri), Anwar Mansyur (Lirboyo, Kediri), Nurul Huda Djazuli (Ploso, Kediri), Sholeh Qosim (Sepanjang, Sidoarjo), Agus Ali Masyhuri (Tulangan, Sidoarjo), Masduqi Mahfudz (Malang), dan Hadi Mahfudz (Tulungagung).
Menyangkut dukungannya kepada pasangan itu, Gus War berdalih bahwa Jusuf Kalla merupakan putra pendiri dan pengurus NU di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan ibunya merupakan aktivis Muhammadiyah Sulsel.
"Alasan kiai itu sederhana saja, kalau ada yang sudah jelas NU, kenapa mesti spekulatif. Jadi, kami bukan memilih atas dasar menang atau kalah, tapi memilih dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhana Wa Taa'la," katanya.
Namun, katanya, para kiai juga melihat alasan lain yakni kiai itu identik dengan masyarakat bawah dan pasangan JK-Win juga dinilai memiliki komitmen untuk memihak kepada masyarakat kecil.
"Lebih dari itu, kami melihat pasangan JK-Win itu memiliki komitmen yang sama dengan perjuangan NU yakni mempertahankan kedaulatan NKRI, Pancasila, dan UUD 1945. Ada sembilan alasan para kiai, tapi yang utama ya tiga alasan itu," katanya.
Mengenai perjuangan untuk memenangkan pasangan JK-Win, ia mengatakan para kiai tidak akan melakukan gerakan apa pun, kecuali memaksimalkan potensi alumni pesantren dan jemaah pengajian. "Kami hanya memiliki jaringan kultural dan jaringan itulah yang akan kami manfaatkan. Pak Jusuf Kalla sendiri berjanji akan menerima kebulatan tekad para kiai se-Jatim," katanya.
Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 28 Juni 2009
================================================================================
Kemarin malam, salah seorang komandan tentara boneka Afghanistan, Zarkhan, ditembak mati oleh mujahidin Imarah Islam Afghanistan di daerah Mango, distrik Alishang, provinsi Laghman. Dalam serangan ini, dua polisi boneka ikut tewas dan persenjataan mereka dirampas mujahidin.
Minggu siang, mujahidin menyerang basis distrik di Jaghato, provinsi Wordak. Dalam serangan, basis militer di distrik tersebut berhasil dihancurkan, 4 polisi boneka tewas dan dua polisi mengalami luka-luka.
Masih di provinsi yang sama, di distrik Daesabad, mujahidin menyerang konvoy tentara boneka Afghan. Dalam serangan, satu kendaraan militer berhasil dihancurkan dan 5 tentara berhasil dibunuh.
Minggu sore sekitar pukul 15.30, seorang mujahid pemberani. Muhammad Yousuf dari provinsi Nangarhar melakukan operasi istisyhad menargetkan konvoy tentara boneka Afghan di kota Jalalabad. Dalam serangan, pejabat militer dan 14 tentara boneka Afghan berhasil dibunuh, beberapa dari mereka mengalami luka-luka. Dua kendaraan militer juga berhasil dihancurkan.
Minggu siang, sekitar pukul 12.15, mujahidin Imarah Islam Afghanistan menyerang konvoy militer tentara penjajah AS di daerah Ziarat, distrik Wazikhwa, provinsi Paktika. Dalam serangan, mujahidin berhasil menghancurkan sebuah tank dan membunuh seluruh tentara yang berada di dalamnya.
Minggu sore sekitar pukul 17.45, 1 tank milik tentara kafir AS berhasil dihancurkan oleh ledakan bom ranjau yang dikatifkan mujahidin melalui pengendali saat mereka melakukan konvoy di daerah Babrak tana, distrik Alisher, provinsi Khost.
Menurut sumber, tank musuh hancur total dan seluruh tentara kafir di dalamnya tewas di tempat.
Minggu pagi sekitar pukul 10.05, 6 tentara penjajah NATO tewas dan beberapa lainnya luka-luka ketika mujahidin menyerang patroli mereka dengan ledakan-ledakan dahsyat di daerah Syajoi, distrik Zhari, provinsi Kandahar.
Masih di provinsi yang sama, mujahidin meledakan bom ranjau melalui pengendali saat tentara boneka Afghan melakukan patroli di distrik Panjwai. 3 tentara boneka tewas dalam serangan ini.
Minggu sore sekitar pukul 16.00, mujahidin Imarah Islam Afghanistan menyerang konvoy kendaraan pengangkut suplai untuk AS dan NATO di jalan raya Kabul-Kandahar, di distrik Abband, provinsi Ghazni. Dalam serangan, 7 kendaraan pengangkut suplai, 1 kendaraan militer pengawal berhasil dihancurkan dengan total.
Masih di provinsi yang sama, di distrik Andar, mujahidin menyerang konvoy tentara boneka Afghan. Dalam serangan, mujahidin berhasil menghancurkan 2 kendaraan militer dan membunuh 12 tentara boneka juga melukai beberapa lainnya.
MUI : Vaksin Meningitis Haram!
=========================================================================================
Setelah 10 tahun digunakan, vaksin meningitis yang disuntikkan ke tubuh calon jamaah haji dan umrah Indonesia, dipermasalahkan baru-baru ini.
Permasalahan bermula saat Majelis Ulama Indonesia (MUI) wilayah Sumatera Selatan mencurigai adanya unsur babi dalam vaksin tersebut yang jelas-jelas diharamkan penggunaannya bagi Ummat Islam. MUI pusat menerima pengaduan ini dan segera mengadakan penelitian.
Sebelumnya sempat beredar laporan yang mengatakan di tahun 2003 MUI pernah menghalalkan vaksin meningitis, tetapi mengapa baru sekarang dipermasalahkan?
"Persoalan vaksin meningitis tidak pernah dibahas oleh MUI, baru dibahas sekarang setelah ada laporan dari Sumatera Selatan," ujar H. Aminudin Yakub, MA, anggota Komisi Fatwa MUI dalam acara Talkshow yang digelar pada hari sabtu (27/6) di Mesjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan.
Dalam acara yang digaungi oleh Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) ini, Badan POM menyatakan bahwa dalam vaksin sudah tidak ada lagi unsur babi, jadi bisa digunakan oleh jamaah haji dan umrah.
"Polisakarida (bahan aktif vaksin meningitis) bersentuhan dengan gliserol (lemak babi) dalam proses pembuatan sampai tiga kali. Setelah itu dilakukan penyaringan," ujar salah satu anggota LPPOM.
"Memang benar dalam proses produksinya vaksin meningitis bersentuhan dengan babi. Tapi vaksinnya sudah tidak mengandung babi lagi karena dilakukan proses ultrafiltrasi," klaim anggota Badan POM menjawab.
Walau Badan POM mengatakan pada hasil akhir vaksin tersebut terbebas dari unsur babi, MUI tetap mengharamkannya karena dalam kasus ini terjadi syubhat, tidak ada yang dapat memastikan apakah benar tidak lagi mengandung unsur babi. "Apa-apa yang bersentuhan dengan babi maka menjadi haram," ujar H. Aminudin Yakub, MA.
Dasar hukum MUI mengharamkan vaksin ini adalah, pertama karena pemanfaatan babi. Kami mengharamkan apapun yang bersentuhan dengan babi (karena babi jelas-jelas keharamannya, terdapat dalam Al-Baqarah : 173). Kedua, ikhtilat, pencampuran secara cair dan sangat memungkinkan akan ikut terangkat di proses akhir, karena hanya disaring. Ketiga, dalam proses produksi vaksin meningitis formula baru ternyata masih menggunakan bahan dari hewan yang diharamkan. Keempat, pendeteksian di akhir menggunakan alat PCR yang tidak bisa mendeteksi protein. Jadi MUI menyatakan bahwa terdapat syubhat dalam vaksin meningitis ini.
Vaksin meningitis yang digunakan di Indonesia adalah vaksin dengan nama dagang Mancevax ACW135Y produksi Belgia yang juga dipakai di 77 negeri Islam di dunia termasuk Malaysia.
Tentang informasi bahwa Malaysia telah memproduksi sendiri vaksin meningitis yang halal, dibantah oleh Menteri Kesehatan, Dr dr Siti Fadilah Supari. Menkes telah mendapatkan informasi langsung dari salah seorang Direktur Lembaga Halal Malaysia ( Direktur Sijjil) Tn Zainal Abidin Bin Jaffar yang menyatakan sampai saat ini Malaysia belum bisa memproduksi vaksin meningitis sendiri.
Hingga kini MUI belum mengeluarkan fatwa haram secara resmi terkait vaksin meningitis ini, karena MUI tidak ingin menciptakan kegelisahan di tengah-tengah masyarakat. MUI telah mendatangi Kedutaan Arab Saudi di Indonesia dan permasalahan ini masih akan terus diproses hingga ditemukan solusi yang sesuai dengan syariat Islam.
FPI Deklarasi Dukung JK-Wiranto ???
=================================================================================
Dukungan terhadap pasangan JK-Wiranto kembali bertambah. Ormas Front Pembela Islam (FPI) menyatakan akan memberikan sokongan penuh terhadap kandidat yang diusung Partai Golkar dan Partai Hanura itu.
Pernyataan dukungan secara resmi dilontarkan oleh Sekjen FPI Sobri Lubis dihadapan ratusan anggota FPI di markas mereka di Jalan Petamburan III, Jakarta, Jumat (26/6).
"Kami menyerukan kepada seluruh anggota FPI di dalam negeri maupun di luar negeri serta segenap anak bangsa untuk memilih pasangan JK-Wiranto," tegasnya.
Dukungan kepada JK-Wiranto diberikan FPI karena kedua tokoh politik itu telah terbukti memiliki komitmen tinggi dalam menjaga bidang agama (???). Komitmen mereka untuk meniadakan segala bentuk penistaan dan penodaan agama sudah terbukti. Salah satunya dalam kasus Jemaah Ahmadiyah.
"Kami tidak ada kontrak politik dengan JK-Wiranto serta tidak mengharapkan uang, jabatan, ataupun posisi," akunya.
Usai pembacaan sikap politik, Sobri Lubis bersama para anggota FPI yang hadir menyalakan petasan yang telah disediakan. Alhasil suara gaduh pun membahana di halaman markas FPI dengan diiringi suara teriakan dukungan terhadap JK-Wiranto.
Muslimah Bercadar Perancis : Kami Tidak Tertekan!
===================================================================================
Setiap pagi Muslimah satu ini tak absen membuka surat kabar harian. Francoise, 29, ia melihat di koran-koran harian, seorang Muslimah yang mengenakan cadar dengan jubah besar dan khimar panjang digambarkan seperti manusia yang tertekan karena Islam.
"Tidak ada tekanan mengenai burqa," ujar Muslimah Perancis, yang mengganti namanya menjadi Khadija setelah menjadi Muslimah enam tahun silam dan mengenakan burqa.
Burqa menjadi pembicaraan hangat yang mengisi setiap headline surat kabar nasional Perancis sejak sejumlah pembuat kebijakan di Perancis merasa khawatir mengenai meningkatnya Muslimah yang mengenakan burqa di Perancis, hingga mereka merasa perlu adanya pelarangan mengenakan burqa di Perancis. Pelarangan ini mendapat dukungan dari para kafirin, termasuk Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy.
Hari ini, beberapa hari setelah Nicolas Sarkozy menyatakan dukungannnya terhadap pelarangan burqa di Perancis, dan ia mengatakan tidak ada tempat untuk wanita yang mengenakan burqa di Perancis.
"Kami memiliki pilihan bebas untuk mengenakan burqa," ujar Francoise, duduk di beranda rumahnya di Paris's Saint Denis, bersama Muslimah lainnya yang juga mengenakan burqa.
"Tidak ada tekanan, tidak ada pemaksaan dari keluarga ataupun suami di balik keputusan kami ini."
Muslimah Perancis mengatakan mereka mulai merasa terkekang setelah para politikus dan media menggambarkan seakan-akan mereka hidup di bawah tekanan.
"Aku tidak dapat keluar rumah sekarang dengan bebas," ujar Mahrezyia.
"Bukanlah hal mudah mendapati setiap mata orang yang melihat sinis ke arah kami dimanapun kami berada."
"Kami tidak akan mendiskusikan mengenakan burqa merupakan kewajiban atau bukan. Isu yang harusnya diangkat adalah kami memiliki hak untuk mengenakan pakaian sesuai dengan keyakinan kami," lanjut Francoise. "Mengapa mereka yang membuka auratnya dengan bebas tidak dipermasalahkan?"
Francoise memperkirakan hanya ada puluhan Muslimah yang mengenakan burqa di Perancis, ia merasa mengapa mesti dipermasalahkan.
"Lihatlah, pemerintah tidak mampu melakukan apapun untuk memperbaiki ekonomi dan krisis sosial di sini, namun memiliki perhatian sangat dalam terhadap kami," ujarnya berkelakar.
Francoise dan teman-temannya yang mengenakan burqa sudah tidak merasa aneh dengan isu yang berkembang belakangan, sejak tahun 2004, pemerintahan yang sama telah mengangkat isu pelarangan burqa.











